Hanan W. D. A.

Hanan W. D. A.
hananwda@gmail.com

Wednesday, September 11, 2013

Historical Places In Islam 01

3 Important Masjids In Islam



By : Hanan WDA, S.Kom.I, B. Ed.

According To This Hadits Nabawi, The Muslimun [The Believers] Were Forbiden To Have A Big Willing To Visit Any Masjid In This World Except These
Three Masjids :

01. Al-Masjid Al-Harom [In Makkah, Saudi Arabia]
02. Al-Masjid An-Nabawi [In Madinah, Saudi Arabia]
03. Al-Masjid Al-Aqsho [In Yerusalem, Palestine]

And These Are The Pictures [From Left To Right] :

Situs Islami 01


Daftar Situs Islami Bermanfaat


By : Hanan WDA, S.Kom.I, B. Ed.

These Sites Gives Me A Lot Of Islamic Books.
We Can Download All The Books To Enlarge Our Knowledge About Islam.

From Left To Right :

01. http://www.ahlalhdeeth.com/vb/index.php
02. http://www.ajurry.com/vb/
03. http://www.alalbany.net/
04. http://www.almaktba.com/
05. http://www.ar.islamway.com/
06. http://www.saaid.net/book/index.php
07. http://www.sultan.org/a/
08. http://www.waqfeya.com/
09. http://www.wathakker.info/

So, Enjoy It !!!

Kitab Arab 01

Kitab Kuning 01


By : Hanan WDA, S.Kom.I, B. Ed.

Some Western Peoples Asked Me After They Converted To Islam. What Kind Of Book They Need To Read To Keep Their Faith. So This Is My Answer :

Al-‘Aqidah
01. Kitab : Al-Burhan Syarh Kitab Al-Iman [By Syaikh ‘Abdul Majid Az-Zindani].
02. Kitab : At-Tauhid [By Syaikh Muhammab Bin ‘Abdil Wahhab At-Tamimi].
03. Kitab : At-Tauhid [By Syaikh Shalih Bin Fauzan Al-Fauzan].
04. Kitab : Syarh Al-‘Aqidah Al-Wasithiyyah [By Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-‘Utsaimin].
05. Kitab : Ushul Al-Iman [By Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-‘Utsaimin].

Ad-Du’a’ Wa Adz-Dzikr
01. Kitab : Ad-Du’a’ Wa Yalihi Al-'Ilaj Bi Ar-Ruqa [By Syaikh Sa’id Al-Qahthani].
02. Kitab : Al-Wird Al-Mushaffa Al-Mukhtar [By Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Ali Su’ud].
03. Kitab : Hishn Al-Muslim [By Syaikh Sa’id Al-Qahthani].
04. Kitab : Shahih Al-Adab Al-Mufrad Li Al-Imam Al-Bukhari [By Syaikh Al-Albani].
05. Kitab : Wird Ash-Shabah Wa Al-Masa' [By Syaikh Sa’id Al-Qahthani].

Al-Fiqh
01. Kitab : Bulugh Al-Maram Min Adillah Al-Ahkam [By Syaikh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani].
02. Kitab : Fiqh As-Sunnah [By Syaikh Sayyid Sabiq].
03. Kitab : Minhaj Al-Muslim [By Syaikh Abu Bakr Al-Jazairi].
04. Kitab : Shifah Shalah Nabiyy SAW [By Syaikh Al-Albani].
05. Kitab : Thuhur Al-Muslim Fi Dlaui Al-Kitab Was As-Sunnah [By Syaikh Sa’id Al-Qahthani].

Al-Hadits
01. Kitab : Jami’ Al-‘Ulum Wa Al-Hikam [By Syaikh Ibnu Rajab Al-Hanbali].
02. Kitab : Manzilah As-Sunnah Fi Al-Islam [By Syaikh Al-Albani].
03. Kitab : Mushthalah Al-Hadits [By Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-‘Utsaimin].
04. Kitab : Risalah Fi 'Ulum Al-Hadits [By Syaikh Nashir As-Sabahani].
05. Kitab : Syarh Al-Arba'in An-Nawawiyyah [By Syaikh Ibnu Daqiq Al-'Id]

Al-Qur’an
01. Kitab : Mabahits Fi Al‘Ulum Al-Qur’an [By Syaikh Manna’ Al-Qaththan].
02. Kitab : Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim [By Syaikh Ibnu Katsir].
03. Kitab : Taisir Al-Karim Ar-Rahman Fi Tafsir Al-Kalam Al-Mannan [By Syaikh As-Sa’adi].
04. Kitab : Ulum Al-Qur’an [By Syaikh ‘Adnan Muhammad Zarzur].
05. Kitab : Ushul Fi At-Tafsir [By Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-‘Utsaimin].

As-Siroh
01. Kitab : As-Sirah An-Nabawiyyah [By Syaikh Ibnu Hisyam].
02. Kitab : Fiqhu As-Sirah [By Syaikh Muhammad Al-Ghazali].
03. Kitab : Qashash Al-Anbiya’ [By Syaikh Ibnu Katsir].
04. Kitab : Siyar A’lam An-Nubala’ [By Syaikh Syamsuddin Adz-Dzahabi].
05. Kitab : Shahih As-Sirah An-Nabawiyyah [By Syaikh Al-Albani].

Ats-Tsaqofah
01. Kitab : Al-Kabair [By Syaikh Syamsuddin Adz-Dzahabi].
02. Kitab : Asy-Syaithan ‘Aduwwuka Al-Awwal [By Syaikh ‘Abdullah Al-Atsari].
03. Kitab : Kitab Al-‘Ilmi [By Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-‘Utsaimin].
04. Kitab : Majalis Syahr Ramadlan [By Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-‘Utsaimin].
05. Kitab : Zad Ad-Da’iyah Ila Allah [By Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-‘Utsaimin].

Tuesday, September 10, 2013

Ulama Salaf 01

Some Ulama Salaf



By : Hanan WDA, S.Kom.I, B. Ed.

Inspired By This Hadits Nabawi, I Present My Favourite Islamic Scholars From Middle East Countries. Hopefully, You’ll Comprehend Islam Clearly From The Experts Directly. Aamiin. May Allah Reward Us [The Believers].

*****

  

Here They Are Al-'Ulamaa' [From Left To Right] :

01. Syaikh Abu Ishaq Al-Huwaini.
02. Syaikh Shalih Bin Fauzan Al-Fauzan.
03. Syaikh 'Aidl Al-Qarni.
04. Syaikh 'Abdul 'Aziz Bin 'Abdillah Bin Baz.
05. Syaikh 'Abdul Majid Az-Zindani.
06. Syaikh 'Adnan Al-'Ar'ur.
07. Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-'Utsaimin.
08. Syaikh Muhammad Hassan.
09. Syaikh Muhammad Bin 'Abdirrahman Al-'Arifi.
10. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani.
11. Syaikh Yusuf Al-Qardlawi.
12. Syaikh 'Utsman Al-Khumais.

PDF Islami 01

Berbagi File PDF


By : Hanan WDA, S.Kom.I, B. Ed.

Untuk mempermudah para da'i dalam dunia dakwah, saya ingin berbagi berbagai macam file PDF yang dapat digunakan untuk menerangkan berbagai macam  materi Islam. Silahkan download pada link berikut :

[01] Etika Seorang Muslim Di Masjid

[02] Bekal Juru Dakwah Di Jalan Allah

[03] Penjelasan Hadits Arba'in An-Nawawiyyah

[04] Tsaqofah Islamiyyah

[05] Ushul Fi At-Tafsir

Artikel Islami 01

Hukum Bom Bunuh Diri Dalam Islam


By : Hanan WDA, S.Kom.I, B. Ed.

Larangan Membunuh Di Dalam Islam

01. Larangan Membunuh Sesama Muslim.

Artinya : “Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan adzab yang besar baginya”. (QS. An-Nisa` : 93)

02. Larangan Membunuh Non Muslim.

Artinya : “Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa : Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya”. (QS. Al-Maidah : 32)

Penggolongan Macam-macam Orang Kafir Di Dalam Islam

01. Kafir Mu’ahad (kafir yang telah punya kesepakatan dengan kaum muslimin untuk tidak berperang dalam kurun waktu tertentu).

مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا تُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا.

Artinya : “Siapa yang membunuh kafir mu’ahad, ia tidak akan mencium bau surga, dan sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan 40 tahun”. [HR. Al-Bukhari dalam Shohih-nya (3166), An-Nasa’iy dalam As-Sunan (8/25), dan Ibnu Majah dalam As-Sunan (2686)]

02. Kafir Musta’man (kafir yang minta jaminan keamanan dari kaum muslimin).

Artinya : “Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.”. (QS. At-Taubah : 6)

03. Kafir Dzimmi (kafir yang tunduk dalam pemerintahan muslimin, dan tidak mengganggu dan mengusik ketenangan kaum muslimin).
   
 مَنْ آذَى ذِمِّيًّا فَقَدْ آذَانِي ، وَمَنْ آذَانِي فَقَدْ آذَى اللهَ.

Artinya : "Barangsiapa mengganggu seorang kafir dzimmi, maka sungguh ia mengganggu saya, dan barangsiapa mengganggu saya, maka sungguh ia mengganggu Allah." (HR. Ath-Thobroni)

04. Kafir Harbi (kafir yang mengusik dan memerangi kaum muslimin).

Artinya : “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Baqarah : 190)

Larangan Membunuh Diri Sendiri ( Bunuh Diri ) Di Dalam Islam

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيدَةٍ فَحَدِيدَتُهُ فِي يَدِهِ يَتَوَجَّأُ بِهَا فِي بَطْنِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا وَمَنْ شَرِبَ سَمًّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ يَتَحَسَّاهُ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا وَمَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ يَتَرَدَّى فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا.

Artinya : Al-Bukhari (5778) dan Muslim (158) dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Bersabda Rasulullah SAW : "Barangsiapa yang bunuh diri dengan besi di tangannya, dia (akan) menikam perutnya di dalam neraka jahannam yang kekal (nantinya), (dan) dikekalkan di dalamnya selama-lamanya. Dan barangsiapa yang meminum racun lalu bunuh diri dengannya, maka dia (akan) meminumnya perlahan-lahan di dalam neraka jahannam yang kekal, (dan) dikekalkan di dalamnya selama-lamanya. Dan barangsiapa yang bunuh diri dengan menjatuhkan dirinya dari atas gunung, dia akan jatuh ke dalam neraka jahannam yang kekal (dan) dikekalkan di dalamnya selama-lamanya."

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ شَهِدْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْبَرَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِرَجُلٍ مِمَّنْ مَعَهُ يَدَّعِي الْإِسْلَامَ هَذَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَلَمَّا حَضَرَ الْقِتَالُ قَاتَلَ الرَّجُلُ مِنْ أَشَدِّ الْقِتَالِ وَكَثُرَتْ بِهِ الْجِرَاحُ فَأَثْبَتَتْهُ فَجَاءَ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ الرَّجُلَ الَّذِي تَحَدَّثْتَ أَنَّهُ مِنْ أَهْلِ النَّارِ قَدْ قَاتَلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ مِنْ أَشَدِّ الْقِتَالِ فَكَثُرَتْ بِهِ الْجِرَاحُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَا إِنَّهُ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَكَادَ بَعْضُ الْمُسْلِمِينَ يَرْتَابُ فَبَيْنَمَا هُوَ عَلَى ذَلِكَ إِذْ وَجَدَ الرَّجُلُ أَلَمَ الْجِرَاحِ فَأَهْوَى بِيَدِهِ إِلَى كِنَانَتِهِ فَانْتَزَعَ مِنْهَا سَهْمًا فَانْتَحَرَ بِهَا فَاشْتَدَّ رِجَالٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ صَدَّقَ اللَّهُ حَدِيثَكَ قَدْ انْتَحَرَ فُلَانٌ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا بِلَالُ قُمْ فَأَذِّنْ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا مُؤْمِنٌ وَإِنَّ اللَّهَ لَيُؤَيِّدُ هَذَا الدِّينَ بِالرَّجُلِ الْفَاجِرِ.

Artinya : Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Kami bersama Rasulullah SAW pada perang Khaibar. Kemudian beliau berkata pada seseorang yang mengaku dirinya muslim: "Orang ini dari penduduk neraka." Ketika terjadi pertempuran, orang tersebut bertempur dengan sengitnya lalu terluka. Dikatakan kepada beliau : "Wahai Rasulullah, yang engkau katakan bahwa dia dari penduduk neraka, sesungguhnya pada hari ini dia ikut bertempur dengan sengitnya, dan dia telah mati." Jawab Rasulullah SAW : "(Ia) masuk neraka." Hampir saja sebagian manusia ragu (dengan ucapan tersebut). Ketika mereka dalam keadaan demikian, lalu mereka dikabari bahwa dia belum mati akan tetapi terluka dengan luka yang sangat parah. Ketika malam hari dia tidak sabar lagi dan bunuh diri. Lalu dikabarkan kepada Nabi SAW tentang hal tersebut, lalu beliau berkata: "Allahu Akbar, aku bersaksi bahwa sesungguhnya aku adalah hamba Allah dan Rasul-Nya." Beliau memerintahkan Bilal untuk berteriak di hadapan manusia: "Sesungguhnya tidaklah ada yang masuk surga kecuali jiwa yang muslim, dan sesungguhnya Allah menguatkan agama ini dengan laki-laki yang fajir (berbuat dosa )."

Kisah Ashhaabul Al-Ukhduud

حَدَّثَنَا هَدَّابُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ صُهَيْبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَانَ مَلِكٌ فِيمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ وَكَانَ لَهُ سَاحِرٌ فَلَمَّا كَبِرَ قَالَ لِلْمَلِكِ إِنِّي قَدْ كَبِرْتُ فَابْعَثْ إِلَيَّ غُلَامًا أُعَلِّمْهُ السِّحْرَ فَبَعَثَ إِلَيْهِ غُلَامًا يُعَلِّمُهُ فَكَانَ فِي طَرِيقِهِ إِذَا سَلَكَ رَاهِبٌ فَقَعَدَ إِلَيْهِ وَسَمِعَ كَلَامَهُ فَأَعْجَبَهُ فَكَانَ إِذَا أَتَى السَّاحِرَ مَرَّ بِالرَّاهِبِ وَقَعَدَ إِلَيْهِ فَإِذَا أَتَى السَّاحِرَ ضَرَبَهُ فَشَكَا ذَلِكَ إِلَى الرَّاهِبِ فَقَالَ إِذَا خَشِيتَ السَّاحِرَ فَقُلْ حَبَسَنِي أَهْلِي وَإِذَا خَشِيتَ أَهْلَكَ فَقُلْ حَبَسَنِي السَّاحِرُ فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ أَتَى عَلَى دَابَّةٍ عَظِيمَةٍ قَدْ حَبَسَتْ النَّاسَ فَقَالَ الْيَوْمَ أَعْلَمُ آلسَّاحِرُ أَفْضَلُ أَمْ الرَّاهِبُ أَفْضَلُ فَأَخَذَ حَجَرًا فَقَالَ اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ أَمْرُ الرَّاهِبِ أَحَبَّ إِلَيْكَ مِنْ أَمْرِ السَّاحِرِ فَاقْتُلْ هَذِهِ الدَّابَّةَ حَتَّى يَمْضِيَ النَّاسُ فَرَمَاهَا فَقَتَلَهَا وَمَضَى النَّاسُ فَأَتَى الرَّاهِبَ فَأَخْبَرَهُ فَقَالَ لَهُ الرَّاهِبُ أَيْ بُنَيَّ أَنْتَ الْيَوْمَ أَفْضَلُ مِنِّي قَدْ بَلَغَ مِنْ أَمْرِكَ مَا أَرَى وَإِنَّكَ سَتُبْتَلَى فَإِنْ ابْتُلِيتَ فَلَا تَدُلَّ عَلَيَّ وَكَانَ الْغُلَامُ يُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ وَيُدَاوِي النَّاسَ مِنْ سَائِرِ الْأَدْوَاءِ فَسَمِعَ جَلِيسٌ لِلْمَلِكِ كَانَ قَدْ عَمِيَ فَأَتَاهُ بِهَدَايَا كَثِيرَةٍ فَقَالَ مَا هَاهُنَا لَكَ أَجْمَعُ إِنْ أَنْتَ شَفَيْتَنِي فَقَالَ إِنِّي لَا أَشْفِي أَحَدًا إِنَّمَا يَشْفِي اللَّهُ فَإِنْ أَنْتَ آمَنْتَ بِاللَّهِ دَعَوْتُ اللَّهَ فَشَفَاكَ فَآمَنَ بِاللَّهِ فَشَفَاهُ اللَّهُ فَأَتَى الْمَلِكَ فَجَلَسَ إِلَيْهِ كَمَا كَانَ يَجْلِسُ فَقَالَ لَهُ الْمَلِكُ مَنْ رَدَّ عَلَيْكَ بَصَرَكَ قَالَ رَبِّي قَالَ وَلَكَ رَبٌّ غَيْرِي قَالَ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ فَأَخَذَهُ فَلَمْ يَزَلْ يُعَذِّبُهُ حَتَّى دَلَّ عَلَى الْغُلَامِ فَجِيءَ بِالْغُلَامِ فَقَالَ لَهُ الْمَلِكُ أَيْ بُنَيَّ قَدْ بَلَغَ مِنْ سِحْرِكَ مَا تُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ وَتَفْعَلُ وَتَفْعَلُ فَقَالَ إِنِّي لَا أَشْفِي أَحَدًا إِنَّمَا يَشْفِي اللَّهُ فَأَخَذَهُ فَلَمْ يَزَلْ يُعَذِّبُهُ حَتَّى دَلَّ عَلَى الرَّاهِبِ فَجِيءَ بِالرَّاهِبِ فَقِيلَ لَهُ ارْجِعْ عَنْ دِينِكَ فَأَبَى فَدَعَا بِالْمِئْشَارِ فَوَضَعَ الْمِئْشَارَ فِي مَفْرِقِ رَأْسِهِ فَشَقَّهُ حَتَّى وَقَعَ شِقَّاهُ ثُمَّ جِيءَ بِجَلِيسِ الْمَلِكِ فَقِيلَ لَهُ ارْجِعْ عَنْ دِينِكَ فَأَبَى فَوَضَعَ الْمِئْشَارَ فِي مَفْرِقِ رَأْسِهِ فَشَقَّهُ بِهِ حَتَّى وَقَعَ شِقَّاهُ ثُمَّ جِيءَ بِالْغُلَامِ فَقِيلَ لَهُ ارْجِعْ عَنْ دِينِكَ فَأَبَى فَدَفَعَهُ إِلَى نَفَرٍ مِنْ أَصْحَابِهِ فَقَالَ اذْهَبُوا بِهِ إِلَى جَبَلِ كَذَا وَكَذَا فَاصْعَدُوا بِهِ الْجَبَلَ فَإِذَا بَلَغْتُمْ ذُرْوَتَهُ فَإِنْ رَجَعَ عَنْ دِينِهِ وَإِلَّا فَاطْرَحُوهُ فَذَهَبُوا بِهِ فَصَعِدُوا بِهِ الْجَبَلَ فَقَالَ اللَّهُمَّ اكْفِنِيهِمْ بِمَا شِئْتَ فَرَجَفَ بِهِمْ الْجَبَلُ فَسَقَطُوا وَجَاءَ يَمْشِي إِلَى الْمَلِكِ فَقَالَ لَهُ الْمَلِكُ مَا فَعَلَ أَصْحَابُكَ قَالَ كَفَانِيهِمُ اللَّهُ فَدَفَعَهُ إِلَى نَفَرٍ مِنْ أَصْحَابِهِ فَقَالَ اذْهَبُوا بِهِ فَاحْمِلُوهُ فِي قُرْقُورٍ فَتَوَسَّطُوا بِهِ الْبَحْرَ فَإِنْ رَجَعَ عَنْ دِينِهِ وَإِلَّا فَاقْذِفُوهُ فَذَهَبُوا بِهِ فَقَالَ اللَّهُمَّ اكْفِنِيهِمْ بِمَا شِئْتَ فَانْكَفَأَتْ بِهِمْ السَّفِينَةُ فَغَرِقُوا وَجَاءَ يَمْشِي إِلَى الْمَلِكِ فَقَالَ لَهُ الْمَلِكُ مَا فَعَلَ أَصْحَابُكَ قَالَ كَفَانِيهِمُ اللَّهُ فَقَالَ لِلْمَلِكِ إِنَّكَ لَسْتَ بِقَاتِلِي حَتَّى تَفْعَلَ مَا آمُرُكَ بِهِ قَالَ وَمَا هُوَ قَالَ تَجْمَعُ النَّاسَ فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ وَتَصْلُبُنِي عَلَى جِذْعٍ ثُمَّ خُذْ سَهْمًا مِنْ كِنَانَتِي ثُمَّ ضَعْ السَّهْمَ فِي كَبِدِ الْقَوْسِ ثُمَّ قُلْ بِاسْمِ اللَّهِ رَبِّ الْغُلَامِ ثُمَّ ارْمِنِي فَإِنَّكَ إِذَا فَعَلْتَ ذَلِكَ قَتَلْتَنِي فَجَمَعَ النَّاسَ فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ وَصَلَبَهُ عَلَى جِذْعٍ ثُمَّ أَخَذَ سَهْمًا مِنْ كِنَانَتِهِ ثُمَّ وَضَعَ السَّهْمَ فِي كَبْدِ الْقَوْسِ ثُمَّ قَالَ بِاسْمِ اللَّهِ رَبِّ الْغُلَامِ ثُمَّ رَمَاهُ فَوَقَعَ السَّهْمُ فِي صُدْغِهِ فَوَضَعَ يَدَهُ فِي صُدْغِهِ فِي مَوْضِعِ السَّهْمِ فَمَاتَ فَقَالَ النَّاسُ آمَنَّا بِرَبِّ الْغُلَامِ آمَنَّا بِرَبِّ الْغُلَامِ آمَنَّا بِرَبِّ الْغُلَامِ فَأُتِيَ الْمَلِكُ فَقِيلَ لَهُ أَرَأَيْتَ مَا كُنْتَ تَحْذَرُ قَدْ وَاللَّهِ نَزَلَ بِكَ حَذَرُكَ قَدْ آمَنَ النَّاسُ فَأَمَرَ بِالْأُخْدُودِ فِي أَفْوَاهِ السِّكَكِ فَخُدَّتْ وَأَضْرَمَ النِّيرَانَ وَقَالَ مَنْ لَمْ يَرْجِعْ عَنْ دِينِهِ فَأَحْمُوهُ فِيهَا أَوْ قِيلَ لَهُ اقْتَحِمْ فَفَعَلُوا حَتَّى جَاءَتْ امْرَأَةٌ وَمَعَهَا صَبِيٌّ لَهَا فَتَقَاعَسَتْ أَنْ تَقَعَ فِيهَا فَقَالَ لَهَا الْغُلَامُ يَا أُمَّهْ اصْبِرِي فَإِنَّكِ عَلَى الْحَقِّ.

Bantahan Terhadap Pendalilan Kisah Ini Dari Beberapa Sisi :

Pertama, hadits ini menggambarkan seorang pemuda yang terbunuh namun dia menjadi sebab datangnya kemaslahatan yang jelas, yaitu masuk Islamnya seluruh penduduk kampung. Berbeda dengan bom bunuh diri yang sama sekali tidak mendatangkan kemaslahatan, bahkan kemudharatan yang semakin besar dengan terbunuhnya kaum muslimin dalam jumlah yang semakin hari kian bertambah. Manakah kemaslahatan itu? Apakah orang Amerika, Israel dan sekutunya berbondong-bondong masuk Islam dengan sebab amalan tersebut? Lalu apakah dengan adanya bom bunuh diri seperti di Bali, Jakarta, Palestina, dll menyebabkan Amerika dan sekutunya bersikap baik pada umat Muslim ? Dan boleh jadi, yang terjadi musuh justru akan semakin keras perlawanannya dan menjadikan darah mereka mendidih. Sehingga semakin banyaklah kaum muslimin yang terbunuh sebagaimana yang ditemukan dari perlakuan Israel terhadap penduduk Palestina. Jika mati salah seorang dari mereka dengan sebab peledakan ini dan terbunuh enam, tujuh, maka mereka mengambil dari kaum muslimin dengan sebab itu- enam puluh orang atau lebih sehingga tidak mendatangkan manfaat bagi kaum muslimin dan tidak bermanfaat pula bagi yang diledakkan di barisan-barisan mereka. Berfikirlah wahai orang-orang yang berakal.

Kedua, pemuda tersebut tidak membunuh dirinya sendiri namun dia terbunuh melalui tangan sang raja disaat dia mengucapkan kalimat tauhid (yang menyebabkan) masuk Islam seluruh penduduknya. Berbeda dengan bom bunuh diri yang meledakkan diri sendiri bersama yang lainnya, (yakni) membunuh diri sendiri dengan sengaja, manakah persamaan itu?

Ketiga, terdapat perbedaan antara bunuh diri dengan memberikan petunjuk tentang cara membunuhnya disebabkan karena (ia) mendapatkan ilham akan adanya kemaslahatan yang lebih besar. Adapun yang mereka lakukan tidak lebih meninggalkan bekas yang lebih buruk yang menimpa kaum muslimin dengan sebab balas dendam yang dilakukan oleh orang-orang kafir Yahudi terhadap kaum muslimin yang lemah. Ditambah lagi kurangnya ilmu yang mereka miliki serta tersebarnya kebid‘ahan, kemaksiatan, dan jauhnya mereka dari ilmu sunnah.

Kesimpulan :

01. Umat muslim dilarang membunuh orang non-muslim yang damai, yang meminta perlindungan, yang mengadakan perjanjian damai, yang mematuhi hukum, dan tidak memusuhi serta membunuh kaum muslimin.
02. Umat muslim juga dilarang membunuh sesama muslim yang tidak melakukan kejahatan seperti membunuh misalnya.
03. Umat muslim dilarang membunuh dirinya sendiri (bunuh diri). 
04. Umat muslim hanya boleh membunuh orang non-muslim yang melawan, memusuhi, serta membunuh orang Islam, dan yang melanggar perjanjian damai.
05. Umat muslim hanya boleh membunuh sesama muslim jika terbukti melakukan kejahatan pembunuhan misalnya.
06. Bom bunuh diri yang selama ini terjadi di Indonesia jauh lebih besar mudharatnya, dan tidak mendatangkan kemaslahatan. Apakah setelah bom bunuh diri itu banyak yang berbondong-bondong masuk Islam di Indonesia ? Apakah setelah bom bunuh diri itu mengubah kebijakan Amerika dan Sekutunya kepada Indonesia ? Yang ada justru sebaliknya, citra umat Islam menjadi buruk, menimbulkan pertumbuhan ekonomi terganggu, muncul travel Warning dari berbagai negara yang justru merugikan bangsa Indonesia sendiri.

Walloohu a’lamu bishshowaabi.

Language 04

German



By : Hanan WDA, S.Kom.I, B. Ed.

German is an important language in international communication. More than 101 million people speak German, around 20 million people around the world learn German. In Europe, German is the mother tongue to 100 million people, not only in Germany but also in Austria, Swiss, Liechtenstein and Luxemburg. This puts the German language among the 12 most common languages
​​in the world : 2,1% of the world population. In Europe the German language is the mother tongue of the most widely used. German is an important language for trade. Germany is the largest exporter in the world. Germany has a strong economy and industry partners, and most importantly for the Indonesian trade in the European Union. In the last 10 years, to learn German a regional lingua franca in the countries of central and eastern Europe. Since the cross-cultural skills are key qualifications for a successful business today, German language skills to help you open new markets and be successful in the global business and international labor markets. Learn German occupies a strong position in science and literature. German as a language of science and technology play an important role in research and education. In the 19th century German as the language of science and literature occupy an important position in the world, more important than a French and English in particular. Currently, English is the dominant international language for science and literature. However, in a network of international and interdisciplinary cooperation at the global level German language is still widely used. Modern German society bases it self on knowledge : knowledge and research occupy a strong position in public life in Germany.

Private German as the language of culture of open intellectual horizons. German culture manifests itself in many forms: from literature and music, theater and film to architecture, painting, philosophy and art. Knowledge of the German language lets you know one of the big European culture in its original form. In the world of literature - Goethe, Schiller, kafka, grass -, world music - bach, mozart, beethoven, wagner -, philosophy - Luther, Kant, Schopenhauer, Nietzsche -, or psychology-freud, adler, junk - or even the world of research and knowledge - Kepler, Einstein, Röntgen, Planck - German is great for the mind. German language opens the door to a lecture in German universities. Although international study at German universities allow you to study in Germany without the knowledge of the German language, German language acquisition certainly advantageous if you want to study there. If the international lecture is not available, you must prove that you have sufficient German language skills before beginning college or private language German. Therefore, language acquisition provide a wider choice of courses. German language tutor improve your chances of getting a job. German companies in Indonesia and foreign companies in Germany looking for experts with knowledge of German. In the European Union there are training opportunities, study and work interesting for experts with knowledge of the German language. German language tutor is important to the field of tourism. Indonesia is a popular tourist destination. Many tourists from Germany, Austria and Swiss travel to Indonesia. For those who work in the tourism industry, the ability of the German language is a good investment.

I Think Enough For Me In Foreign Languages Articles. Till We Meet Again !!!

Language 03

Japanese



By : Hanan WDA, S.Kom.I, B. Ed.

According to my personal impression and my friends, for the Japanese people, English is a very difficult language. As long as I learn English for a long time, honestly I feel how difficult it is to master a foreign language lessons. Reasons why the English language is difficult for Japanese people, my opinion is as follows :
(1) In the English language there are many elusive sound and pronounced by the Japanese.
(2) English and Japanese grammatical structure are very different.
(3) In English there are many vocabulary words that mean the same but feel different in their use.

In particular, I am very hard to overcome the problem of phonetic and I got to thinking one-sided that the Japanese, including me, are less talented in languages. In addition, although I am getting an interest in other languages ​​including Asian languages, but because without the willingness to actually learn it, without realizing the time just pass you by. But nearly 10 years, with no intentional I started dabbling with Asian languages, and when I try to taste Asian languages, and I realized my mistake. Japanese people speak not without talent, but to the Japanese people who have a strong memory and diligently, often said to be more quickly master Asian languages ​​such as Korean and Hindi languages, including the ability to speak.

Similarities between Korean and Hindi language is on the following points, which for the Japanese makes them learn a second language.
(1) The structure of the grammar is similar to Japanese (the word order is really the same, including Verbs placed later).
(2) There is little sound elusive or pronounced by the Japanese, but the opposite of these languages
​​is considered as a difficult language for Westerners.

Indonesian is also for the Japanese is a language that is relatively easy to learn. Grammatical structures in Japanese and Indonesian language is quite different, but the sound in the Indonesian language is very easy listening and pronounced. Within two or three months since my arrival to Japanese Islamic Center In Jakarta, I spoke in the Japanese language for the first time, I was so excited because according to the audience, my speech is very easy to understand. It is unthinkable when new learning English first.

And The Last Article For Foreign Language Is Germany.

Language 02

English



By : Hanan WDA, S.Kom.I, B. Ed.

The essence of language learning, in general, is to learn to communicate. Because language is the most effective way to convey a message and communicator to communicator. Therefore, regardless of the language used in communication, is part of a culture that is very important. English has been recognized as an international language. That is, people who come from diverse backgrounds goegrafi, religion dam has had a media culture which agreed to communicate with each other, namely English. Transfer of knowledge, transfer of technology, economic affairs, and even cross culture understanding available to the net with the above-mentioned communication media. From simple exposure mentioned in the two paragraphs above, we can draw a clear picture that English gave space broadest us to dissolve a part of the global community of the world. By mastering English actively, we will feel as if there are no more frontiers, no racial fanaticsm, and of course we can proudly recite one line poem The Beatles "And the world will be as one ...". The concept of thinking we had been too narrow in addressing the sense of learning English as as an activity with the aim of learning in school just to get a default value in order to pass the exam. The concept of narrow thinking is then made us not able to create a sense of comfort to learn, lazy, sleepy and hungry often feels at English lesson began.

To eliminate
"chronic disease", let us see the benefits of what we can learn from the English language competence.

a. Academic Purpose
Books that supposedly called treasury apparently was a lot written in English, so for the academics like the students, the book should be a daily meal, let encher so you know.

b. Career Development

The workforce will be tempted by people who are good at English. So prospective Stock Holder would seek their queue. So in English, job seeking applicants.

c. Expanding Relationships
Above already mentioned that we are soon to enter the world of the universal, the world became a nation in cultural diversity. Who is interested in becoming the associate level of the universe, control your English.

See  You, Next Article I'll Share My Opinion In Learning
Japanese Language.

Language 01

Arabic



By : Hanan WDA, S.Kom.I, B. Ed.

In My Opinion There Are 4 Reasons Why Arabic Language Is Important For Muslim :

01. Arabic Is The Mother Of All Human Language

This argument is often raised when we study the history of a language. The analysis that is often used is that since the first man, Prophet Adam as. set foot on the earth, he was good at talking. And since before he was a resident of heaven, where there is a statement that the language the people of Paradise is Arabic in a history, then automatically the language used by the Prophet Adam as. it is Arabic. And of course the children of Prophet Adam as. it was in Arabic. Even though after that they added a lot number and spread to different continents, into millions of different languages ​​to each other.

02. Arabic Is The Oldest Language And Eternal [Timeless]
At this time, English may be said that the most popular in the world, but no language can survive for a long time in the face of the earth other than Arabic. Because history proves that since the time of Abraham as. on earth are estimated to live in the 19th century BC, they've recorded in Arabic. That means at least Arabic has been used by mankind since 40 centuries ago, or 40.000 years. Even further analysis showed that Arabic has aged older. Because Arabic is the language used for Allah says in the Quran. While Al-Quran that was in the sight of Allah Almighty revealed long before the beginning in the Prophet Muhammad. And Allah guarantees that the Al-Quran will not disappear until the Day of Resurrection. This means that Arabic is the language that has been long before the existence of human civilization and will continue until the end of the world.

03. Arabic Is The Most Absorbed
Even the uptake of Arabic almost available in almost all the languages ​​that exist today. Almost languages ​​we know it today, has a lot to absorb vocabulary and terms from Arabic. One is the English and of course the Indonesian language. Even scientific language in the world of science was not separated from the influence of the Arabic word uptake. The term alcohol, algebra, algorithm and others are part of the uptake of the Arabic language.

04. Arabic Has The Most Number Of Vocabularies
One of the privileges of wealth is another Arabic number vocabulary. Perhaps because of old age, but is still used to this day, so the vocabulary words in Arabic to be very large. For example, one researcher noted that the Arabic language Arabs have 80 synonyms for words that camel. And has 200 synonyms for words that dog.

And That's All For Arabic, I'll Continue With The Reason For
English.

Muhasabah 02

7 Penyakit Wanita



By : Hanan WDA, S.Kom.I, B. Ed.

7 Penyakit Wanita berdasarkan sebuah survey, beberapa penyakit yang sering dan biasanya dialami oleh wanita :  

01. Nangisuitis. Akibat terlalu sensitif. Gejalanya : bibir cemberut dan mata kedip-kedip. Efek sampingnya : mata bengkak, saputangan banjir, hidung meler, bawaannya ngurung diri atau terkena penyakit Curhatitis A. Penyakit ini bisa diobati dengan obat Tegaridol dan OBH (Obat Berhati Hamba).

02. Curhatitis. Bawaannya pengen nyerocos. Efek samping rahasia orang bisa bocor, terkena Nangisuitis, Penyakit ini bisa diarahkan positif jika ia bercuhatitisnya ke orang yang tepat, apalagi sama Tuhan.

03. Shooping Syndrome. Gejalanya pengen jalan mulu dan mata melotot. Efek sampingnya : lidah ngiler, mulut nganga dan dompet jadi tipis. Jika sudah masuk stadium 4 (parah banget) dompet pasangannya ikut tipis. Coba minum Hematcold atau Tablet PD (Pengendalian Diri).

04. Cerewetisme. Lebih parah dari Curhatitis B karena tidak mengandung titik koma. Efek samping : muncrat, telinga tetangga budek dan dada pasangannya bisa jadi lebih halus karena sering mengelus. Lebih cepat makan Pil Dengar dan minum Tablet Bicara Lebih Diperlambat.

05. Lamanian Dandanitositis. Pengennya diem depan cermin. Gejala : tangan kiri gatel-gatel pengen pegang sisir dan tangan kanan kram-kram pengen teplok-teplok pipi pake bedak. Efek samping : menor, telat, pasangannya berkarat dan nggak kebagian makanan. Minum segera Sari Bawak (Bagi Waktu) dan Taperi (Tambah Percaya Diri). Buat pria minum Toleransikipil 230 sendok sehari sesudah dan sebelum mandi.

06. Cemburunotomy. Gejala : muka lonjong, tangan mengepal dan alis menukik. Coba cegah dengan obat Sirup Prasangka Baik tiga sendok sehari, Pil Pengertian dan Tablet Selidiki Dahulu.

07. Ngambekilation. Gejala hampir sama dengan Cemburunotomy. Atasi dengan meminum Sabaron dan Bersyukurinis.

Monday, September 9, 2013

Muhasabah 01

7 Ciri Sok Tahu



By : Hanan WDA, S.Kom.I, B. Ed.

Sok tahu’ pada dasarnya adalah “merasa sudah cukup berpengetahuan” padahal sebenarnya kurang tahu. Masalahnya, orang yang sok tahu biasanya tidak menyadarinya. Lantas, bagaimana kita tahu bahwa kita ‘sok tahu’? Mari kita mengambil hikmah dari Al-Qur’an. Ada beberapa ciri ‘sok tahu’ yang bisa kita dapatkan bila kita menggunakan perspektif surat Al-’Alaq.

1. Enggan Membaca

Ketika diperintah oleh malaikat Jibril as., “Bacalah!”, Rasulullah SAW menjawab, “Aku tidak bisa membaca.” Lalu malaikat Jibril as. menyampaikan lima ayat pertama yang memotivasi beliau untuk optimis. Adapun orang yang ‘sok tahu’ pesimis akan kemampuannya. Sebelum berusaha semaksimal mungkin, ia lebih dulu berdalih, “Ngapain baca-baca teori. Mahamin aja sulitnya minta ampun. Yang penting prakteknya ‘kan?” Padahal, Allah Sang Pencipta kita itu Maha Pemurah. Ia mengajarkan kepada kita apa saja yang tidak kita ketahui.

Di sisi lain, ada pula orang Islam yang terlalu optimis dengan pengetahuannya, sehingga enggan memperdalam. Katanya, misalnya, “Ngapain baca Al-Qur’an lagi. Toh udah khatam 7 kali. Mending buat kegiatan lain aja.” Padahal, Al-Qur’an adalah sumber dari segala sumber ilmu, sumber ‘cahaya’ yang tiada habis-habisnya menerangi kehidupan dunia. Katanya, misalnya lagi, “Ngapain belajar ilmu agama lagi, toh sejak SD hingga tamat kuliah udah diajarin terus.” Padahal, ‘ilmu agama’ adalah ilmu kehidupan dunia-akhirat.

2. Enggan Menulis

Orang yang sok tahu terlalu mengandalkan kemampuannya dalam mengingat-ingat dan menghafal pengetahuan atau ilmu yang diperolehnya. Ia enggan mencatat. “Ngerepotin,” katanya. Seolah-olah, otaknya adalah almari baja yang isinya takkan hilang. Padahal, sifat lupa merupakan bagian dari ciri manusia. Orang yang sok tahu enggan mencatat setiap membaca, menyimak khutbah, kuliah, ceramah, dan sebagainya. Padahal, Allah telah mengajarkan penggunaan pena kepada manusia.

Di sisi lain, ada pula orang yang kurang mampu menghafal dan mengingat-ingat pengetahuan yang diperolehnya, tapi ia merasa terlalu bodoh untuk mampu menulis.
“Susah,” katanya. Padahal, merasa terlalu bodoh itu jangan-jangan pertanda kemalasan. Emang sih, kalo nulis buat orang lain, kita perlu ketrampilan tersendiri. Tapi, bila nulis buat diri sendiri, bukankah kita gak bakal kesulitan nulis ‘sesuka hati’? Apa susahnya nulis di buku harian, misalnya, “Tentang ciri sok tahu, lihat Al-’Alaq!”?

3. Membanggakan Keluasan Pengetahuan

Orang yang sok tahu membanggakan kepintarannya dengan memamerkan betapa ia banyak membaca, banyak menulis, banyak mendengar, banyak berceramah, dan sebagainya tanpa menyadari bahwa pengetahuan yang ia peroleh itu semuanya berasal dari Allah. Ia mengira, prestasi yang berupa luasnya pengetahuannya ia peroleh berkat kerja kerasnya saja. Padahal, terwujudnya pengetahuan itu pun semuanya atas kehendak-Allah.

Mungkin ia suka meminjam atau membeli buku sebanyak-banyaknya, tetapi membacanya hanya sepintas lalu atau malah hanya memajangnya. Ia merasa punya cukup banyak wawasan tentang banyak hal. Ia tidak merasa terdorong untuk menjadi ahli di bidang tertentu. Kalau ia menjadi muballigh ‘tukang fatwa’, semua pertanyaan ia jawab sendiri langsung walau di luar keahliannya. Ia mungkin bisa menulis atau berbicara sebanyak-banyaknya di banyak bidang, tetapi kurang memperhitungkan kualitasnya.

4. Merendahkan Orang Lain Yang Tidak Sepaham

Bagi orang Islam yang sok tahu, siapa saja yang bertentangan dengan pendapatnya, segera saja ia menuduh mereka telah melakukan bid’ah, sesat, meremehkan agama, dan sebagainya. Bahkan, misalnya, sampai-sampai ia melarang orang-orang lain melakukan amal yang caranya lain walau mereka punya dalil tersendiri. Ia menjadikan dirinya sebagai “Yang Maha Tahu”, terlalu yakin bahwa pasti pandangan dirinyalah satu-satunya yang benar, sedangkan pandangan yang lain pasti salah. Padahal, Allah SWT berfirman: “Janganlah kamu menganggap diri kamu suci; Dia lebih tahu siapa yang memelihara diri dari kejahatan.” (QS. An-Najm [53] : 32)

Muslim yang sok tahu cenderung menganggap kesalahan kecil sebagai dosa besar dan menjadikan dosa itu identik dengan kesesatan dan kekafiran! Lalu atas dasar itu dengan gampangnya ia mengeluarkan ‘vonis hukuman mati’. Padahal, dalam sebuah hadits shahih dari Usamah bin Zaid dikabarkan, “Barangsiapa mengucapkan laa ilaaha illallaah, maka ia telah Islam dan terpelihara jiwa dan hartanya. Andaikan ia mengucapkannya lantaran takut atau hendak berlindung dari tajamnya pedang, maka hak perhitungannya ada pada Allah. Sedang bagi kita cukuplah dengan yang lahiriah.”

5. Menutup Telinga Dan Membuang Muka Bila Mendengar Pendapat Lain

Orang yang sok tahu tidak memberi peluang untuk berdiskusi dengan orang lain. Kalau toh ia memasuki forum diskusi di suatu situs, misalnya, ia melakukannya bukan untuk mempertimbangkan pendapat yang berbeda dengan pandangan yang selama ini ia anut, melainkan untuk mengumandangkan pendapatnya sendiri. Ia hanya melihat selayang pandang gagasan orang-orang lain, lalu menyerang mereka bila berlainan dengannya. Ia tidak mau tahu bagaimana mereka berhujjah (berargumentasi).

Di samping itu, orang yang sok tahu itu bersikap fanatik pada pendapat golongannya sendiri. Seolah-olah ia berseru, “Adalah hak kami untuk berbicara dan adalah kewajiban kalian untuk mendengarkan. Hak kami menetapkan, kewajiban kalian mengikuti kami. Pendapat kami semuanya benar, pendapat kalian banyak salahnya.” Orang yang terlalu fanatik itu tidak mengakui jalan tengah. Ia menyalahgunakan aksioma, “Yang haq adalah haq, yang bathil adalah bathil.”

6. Suka Menyatakan Pendapat Tanpa Dasar Yang Kuat

Muslim yang sok tahu gemar menyampaikan pendapatnya dengan mengatasnamakan Islam tanpa memeriksa kuat-lemahnya dasar-dasarnya. Ia suka berkata, “Menurut Islam begini…. Islam sudah jelas melarang begitu….” dan sebagainya, padahal yang ia ucapkan sesungguhnya hanyalah, “Menurut saya begini…. Saya melarang keras engkau begitu….” dan seterusnya. Kalau toh ia berkata, “Menurut saya bla bla bla….”, ia hanya mengemukakan opini pribadinya belaka tanpa disertai dalil yang kuat, baik dalil naqli maupun aqli.

7. Suka Berdebat Kusir

Jika pendapatnya dikritik orang lain, orang yang sok tahu itu berusaha keras mempertahankan pandangannya dan balas menyerang balik pengkritiknya. Ia enggan mencari celah-celah kelemahan di dalam pendapatnya sendiri ataupun sisi-sisi kelebihan lawan diskusinya. Sebaliknya, ia tekun mencari-cari kekurangan lawan debatnya dan menonjol-nonjolkan kekuatan pendapatnya. Dengan kata lain, setiap berdiskusi ia bertujuan memenangkan perdebatan, bukan mencari kebenaran.

Demikianlah beberapa ciri orang yang sok tahu menurut surat al-’Alaq dalam pemahamanku. Dengan mengenali ciri-ciri tersebut, semoga kita masing-masing dapat melakukan introspeksi dan memperbaiki diri sehingga kita tidak menjadi orang yang sok tahu.
Aamiin.